Langsung ke konten utama

Antologi 10 Juli: Perempuan Berkaki Kijang




Perempuan Berkaki Kijang
Ia adalah perempuan berkaki kijang dengan sayap calidris
Baginya petualangan adalah alibi paling logis
Demi menarik jarak terjauh dari yang sudah sangat jauh
Mengembara dari satu tempat ke tempat lain
Sekadar mencari alasan untuk pulang ke rumah
Sebab ia tak tau alasan kenapa orang-orang begitu menginginkan pulang 
Sementara ia begitu merindukan pergi

Elegi
Hampir pagi di teras,
Obituari ingatan perempuan itu diretas
Eulogi mengucur deras
Di atas ribuan kertas
Melambungkan absurditas

Hampir sore di anjungan
Ia seduh rindu pada secangkir kenangan
Membayar hutang rasa sakit di setiap perlelangan
Sambil dengar nyanyian kepulangan
Ia serahkan diri pada pergelangan

Berbahagialah sayang!
Tidak kah kau dengar malaikat maut sembayang?
Derita sudah kenyang
Bahagia telah kepayang
Kita kan pulang pada sang penyayang

Kuburan Kosong
Perempuan itu memetik diksi-diksi terbaik dari ribuan sajak 
yang tak sengaja diwariskan para penyair melalui semesta
Disajikannya dalam semangkuk hati yang retak 
sembari menunggu pagi menjadikan calon mempelainya terjaga 
di depan pintu gawai 

"Inilah dia yang kukasihi, kepadanyalah aku berkenan" 

Ayam berkokok tiga kali
Pelita telah kehabisan minyak
Sang mempelai berlari keluar dari kerumunan mimpi 

"Aku tak kenal dia" 

Tabir terbelah dua
Sekelebat hitam terbang dengan cepat, 
mencabik-cabik angan tanpa kemenangan
menabuhkan dendam yang tak lagi teredam 

Puisi-puisi lirih luruh biru oleh air mata, 
Segala setia dialamatkan pada kampung halaman,
Rindu dimakamkam bersama pengetahuan dan pengalaman 

Menyisakan kesepian paling sepi; 
Dunia orang mati 

"Siapakah yang kamu cari? 
"Pergilah!"
"kuburan ini sudah kosong, dia yang kamu cari sudah tidak ada lagi"

Penyihir
Malam itu,
Kaki dan tanganku dipotong-potong
Mataku dicongkel dari songketnya
Kakiku dibuat terlepas dari tungkainya
Ototku terkoyak dari simpulnya
Tulang belikat terpelintir dari tempatnya
Pembuluh dalam membengkak 

Mereka inginkan aku mengaku; 
Akulah perempuan, akulah penyihir
Mereka inginkan aku menyebutkan;
Satu persatu orang-orang yang datang ke Sabbat 

Demi membebaskan diri,
Kubiarkan mulut ini bungkam
Menyerahkan arwahku dibawa pergi malaikat maut
Meninggalkan ketidaktahuan tanpa dasar 

Kemerdekaan ku kelak akan menghantui mereka
Melayang dan terkekeh dari atas sapu terbang
Yang tertangkap pantulan cahaya rembulan

Perempuan
Ketika menampilkan perilaku pemberontakan terhadap nilai-nilai patriarkal yang tidak dapat diterima, mereka diperlakukan sebagai pesakitan.

Puan, jika kau hari ini terlalu banyak membaca lalu menjadi cerdas, kritis, banyak bertanya (dan tidak naif) hingga seringkali dianggap menakutkan, maka jangan biarkan keingintahuanmu dikebiri. 

Rayakanlah!

Yang sakit itu masyarakat dengan mitos-mitosnya tentang kesempurnaan, bukan perempuan! 
Rendah diri kronis karena sistem yang memang pada dasarnya timpang dan tidak setara cuman akan menggerogoti kondisi kejiwaanmu.

Apartemen 25,

Jakarta Selatan, 10 Juli 2022 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Cinta di Masa Lalu : Perempuan Cerdas

  Semua orang pernah bucin, termasuk saya. Suatu hari di bulan November 2020, bersama Delonix regia  yang sedang mekar-mekarnya, kebucinan saya turut memekarkan sebuah surat yang ditulis pakai otak. Bisakah ini dibilang bucin paling intelektual? Entahlah, silahkan nilai sendiri, wkwkwkwk. Untuk pertama kali saya ingin mempublikasi sebuah surat cinta yang saya pernah tuliskan kepada seseorang. Satu surat yang saya comot dari 11 surat yang pernah saya tulis untuknya (beruntung sekali dia, seumur hidup saya jarang menulis surat cinta). Draft aslinya hanya ada pada kami, berharap akan ia kembangkan menjadi novel terbarunya. Semoga! Kepada Y, Sepertinya saya telah kecanduan menulis untukmu, sayang.   Entah kenapa ini lebih menyenangkan dan menenangkan dari pembicaaran-pembicaraan singkat kita di chat maupun lewat telfon. Kehadiranmu akhir-akhir ini tampaknya sudah menjadi sebuah diari ekspresi saya yang baru. Hanya saja belum semua mampu saya utarakan, termasuk hal-hal di bela...

Pelabuhan Rapuh; Tempat Persinggahan Hati yang Terluka

Usai melewati badai dan gelombang yang memabukan, tiba-tiba saja aku sudah terombang ambing di dekat sebuah pulau. Dari kejauhan sebuah pelabuhan tertangkap penglihatanku. Ia terlihat rapuh. Disekeliling kerapuhannya laut terlihat biru pekat. Dalam. Membuatku ragu untuk mendekat. Sekalipun aku pandai mengapung, badai telah menghabiskan seluruh energiku. Tentu aku tak akan sanggup melepaskan diriku jika aku ikut roboh bersamanya ke dalam laut yang dalam itu. Hari semakin terik, matahari tepat naik di atas kepala. Lambat laun, sisa-sisa energiku mulai sirna. Aku semakin merasa lelah terombang ambing. Lalu pada akhirnya kuputuskan mendekat. Ku jatuhkan jangkarku dengan hati-hati, takut melukainya. Benar,  pelabuhan itu terlihat rapuh sekali. Disekelilingnya laut begitu dalam. Jangkarku bahkan tak menemui dasar laut. Mengapung. Sesaat aku hampir terhempas kembali ke lautan luas hingga kurasakan jangkarku terpaut pada sebuah beton. Ternyata itu adalah fondasi pelabuhan tersebut. Tak sep...

Buku Ecocide : Melawan Pelanggaran Berat HAM di Indonesia

Dalam juridiksi Internasional Criminal Court (ICC) atau Mahkamah Pidana Internasional yang dibentuk oleh statuta Roma tahun 2002, dikenal 4 tindakan kejahatan serius terhadap perdamaian yang diadili secara internasional yakni Genocide (pemusnahan besar-besaran terhadap suatu suku bangsa), Crime Against Humanity (Kejahatan terhadap kemanusiaan), War Crimes (Kejahatan Perang) dan Aggression (Agresi). Pada April tahun 2011, seorang pengacara publik Inggris bernama Polly Higgins mengajukan sebuah proposal untuk mengamandemen Statuta Roma dengan memasukan sebuah bentuk kejahatan lain sebagai kejahatan ke lima yang harus diadili di meja ICC. Bentuk kejahatan tersebut oleh Higgins disebut sebagai Ecocide (Ekosida). Ekosida didefenisikan sebagai perusakan yang luas, hilangnya suatu ekosisem dari suatu wilayah tertentu, baik oleh agen manusia atau sesuatu yang lain sedemikian rupa sehingga kenikmatan damai oleh penduduk wilayah tersebut telah berkurang. Secara singkat Ekosida adalah pemusnahan ...